Mandiri News Detail Portlet

Defisit Neraca Transaksi Berjalan Diprediksi Melebar di 2018 (Daily Economic and Market Review Tanggal 24 Mei 2018)

Defisit Neraca Transaksi Berjalan Diprediksi Melebar di 2018 (Daily Economic and Market Review Tanggal 24 Mei 2018)

ECONOMIC REVIEW

Bank Indonesia memperkirakan bahwa defisit neraca transaksi berjalan Indonesia di 2018 akan meningkat.

Neraca transaksi berjalan tahun 2018 diprediksi akan mencapai defisit USD23 miliar atau sebesar -2,3% dari PDB, meningkat dari defisit tahun 2017 yang sebesar USD17,5 miliar atau -1,7% dari PDB.

 

 

Sektor perdagangan menjadi penyebab utama mengapa Indonesia mengalami pelebaran defisit neraca transaksi berjalan.

Defisit pada neraca transaksi berjalan pada kuartal I-2018 disebabkan oleh masih berlanjutnya penurunan kinerja ekspor Indonesia seiring berakhirnya periode commodity boom sejak tahun 2012, serta meningkatnya aktivitas produksi dan investasi pada awal tahun yang berujung pada peningkatan impor barang modal dan bahan baku.

 

 

Akibatnya nilai tukar Rupiah terhadap USD terus menunjukan pelemahan, melewati angka IDR14.000/USD.

Pada penutupan tanggal 23 Mei 2018, nilai tukar Rupiah sudah berada pada posisi IDR14.207/USD, atau terdepresiasi sebesar 2,1% Mtd, atau 4,7% Ytd. Faktor eksternal seperti, membaiknya perekonomian AS yang mendorong the Fed secara agresif untuk menaikan suku bunga acuannya, Fed Funds Rate (FFR), juga menjadi penyebab utama terus melemahnya nilai tukar Rupiah.

 

 

Tim riset Bank Mandiri memprediksikan bahwa pelemahan Rupiah akan terus berlanjut dan akan kembali ke nilai fundamentalnya pada akhir tahun 2018.

Nilai tukar Rupiah terhadap USD diperkirakan akan kembali ke posisi di bawah IDR13.800/USD pada akhir 2018. Hal ini dilandaskan oleh masih akan melebarnya defisit neraca transaksi berjalan pada dua kuartal selanjutnya, serta kemungkinan besar kembali naiknya FFR di bulan Juni 2018 yang dapat menyebabkan capital flight. (fr)

Unduh Dokumen Media