Mandiri News Detail Portlet

Sektor Eksternal Indonesia Tetap Resilien Pada Kuartal I-2018

Sektor Eksternal Indonesia Tetap Resilien Pada Kuartal I-2018

ECONOMIC REVIEW

Defisit transaksi berjalan (current account deficit - CAD) Q1-2018 membaik dibandingkan kuartal sebelumnya.

CAD tercatat sebesar USD 5,5 miliar (2,15% PDB), lebih rendah dibandingkan CAD Q4-2017 yang sebesar USD 6,0 miliar (2,34% PDB).Berdasarkan komponennya, penurunan CAD dikontribusikan oleh membaiknya defisit pada neraca perdagangan jasa dan pendapatan primer, masing-masing meningkat USD 833 juta dan USD 144 juta dibanding kuartal sebelumnya, serta meningkatnya surplus pendapatan sekunder (USD 222 juta).

 

Surplus transaksi modal dan finansial menunjukkan penurunan.

Nilainya tercatat sebesar USD 1,87 miliar, lebih rendah dibandingkan kuartal sebelumnya (USD 6,82 miliar), dan merupakan yang terendah sejak Q3-2015. Penurunan terutama disebabkan o leh menurunnya nilai transaksi finansial sebesar USD 4,99 miliar. Penyebabnya, investasi portofolio turun sebesar USD 3,13 miliar menjadi defisit USD 1,17 miliar

 

Secara keseluruhan, Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) Q1-2018 mencatatkan defisit.

Nilainya tercatat defisit USD 3,85 miliar, lebih rendah USD 4,83 miliar dibandingkan Q4-2017, juga lebih rendah USD 8,37 miliar terhadap periode yang sama tahun lalu. Dengan kondisi ini, cadangan devisa pada akhir Q1-2018 menjadi USD 126,0 miliar, lebih rendah dari posisi akhir kuartal tahun lalu (USD 130,2 miliar).

 

CAD yang terus terjadi sejak Q4-2011 dan volatilitas dana asing di pasar finansial akibat ketidakpastian global akan terus membayangi pelemahan rupiah.

Nilai ekspor Indonesia yang pada 2011 mencapai USD 191,1 miliar, tahun lalu hanya sebesar USD 168,8 miliar. Sementara itu, sejak 2014 nilai dana investasi yang masuk lewat investasi portofolio di pasar finansial selalu lebih besar dibandingkan investasi langsung di sektor riil. Tahun lalu, investasi portofolo mencapai USD 20,65 miliar, lebih tinggi dari investasi langsung yang sebesar USD 19,17 miliar. Dengan karakteristik investasi portofolio yang mudah keluar dari pasar finansial Indonesia mengakibatkan tekanan kepada nilai tukar rupiah akan semakin tinggi. Kami memprediksi rasio CAD terhadap PDB pada akhir tahun 2018 sebesar -2%, cadangan devisa akan turun ke posisi USD120 miliar dan nilai tukar rupiah pada akhir tahun 2018 akan melemah ke posisi IDR13,779. (bhs)

Unduh Dokumen Media